Sejarah Singkat musik Indonesia

Sejarah Singkat musik Indonesia

Sejarah Singkat musik Indonesia – Apakah Anda suka mendengarkan musik Indonesia? Musik adalah bagian dari suatu budaya. Selanjutnya, musik Indonesia adalah semua musik yang berkembang di negeri ini yang mencerminkan karakteristik Indonesia, baik dari segi bahasa maupun gaya melodinya. Tidak dapat dipungkiri musik di Indonesia telah berkembang, sudahkah Anda tahu bagaimana perkembangannya? Ini dikembangkan melalui perjalanan yang agak panjang, di sini ingin memberikan informasi tentang sejarah musik Indonesia.

Periode pra-sejarah

Sejarah dimulai dari era prasejarah antara tahun 2500 dan 1500 SM. Perpindahan dari Asia Tengah ke Asia Tenggara membawa budaya bambu dan teknik pemrosesan lading. Terutama di Annam (Cina Selatan) mereka memperkenalkan semacam lagu sajak di mana anak laki-laki dan perempuan bernyanyi sebagai balasan. Mereka menggunakan alat tiup yang disebut Khen yang terdiri dari 6 batang bambu yang ditiup bersama-sama dalam kelompok D (3 nada). Alat musik ini juga dikenal di Cina dan Kalimantan dengan nama Kledi.

Sejumlah batang bambu yang berbeda ditanam di tanah. Pukulan angin menghasilkan suara indah yang juga ada di Bali hingga sekarang. Alat musik bambu lainnya seperti suling dan angklung telah mengalami proses pengembangan hingga saat ini.

Masa ketika umat Hindu-Buddha datang ke Jawa

Sejarah musik Indonesia berlanjut ketika umat Hindu datang ke Jawa, mereka menemukan berbagai alat musik. Dalam relief di Borobudur ada alat musik lokal atau alat musik yang diimpor dari India seperti drum, termasuk drum dari tanah dengan kulit di satu sisi saja, kledi, seruling, angklung, instrumen tiup (beberapa hobo), xylofon (setengah gambang) , setengah calung), sapeq, sitar dan harpa dengan 10 senar, lonceng perunggu dalam berbagai ukuran, gong, sarung, bonang. Tidak dapat dipungkiri bahwa instrumen ini pertama kali dimainkan sesuai dengan kebiasaan India. Namun, beberapa yang lain mengatakan ini berasal dari Gamelan

Era Kerajaan Islam

Di Jawa lahirlah kerajaan Demak, Kerajaan Islam (1500-1546). Kesultanan Demak menguasai semua wilayah Jawa dan sebagian besar pulau di luar Jawa. Seiring dengan masuknya Islam ke Indonesia juga masuk alat musik Arab seperti rebana, rebab dan gambus. Kemudian alat musik ini berkembang di Indonesia, dengan berbagai bentuk cara bermain rebab. Di Jawa, Bali, Sulawesi Selatan, Sumba (dalam rebab Sumba disebut ‘dunggak roro’) dengan dua string sedangkan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi Utara, dan Maluku dengan satu string. Mereka juga membawa sistem solemisasi dalam berbagai karya lagu. Pada saat ini Indonesia mengalami perkembangan musik modern. Pada saat ini para musisi Indonesia membuat presentasi musik dalam bentuk kombinasi musik barat dengan musik Indonesia. Hidangan musik itu kemudian dikenal sebagai musik keroncong.

Musik Indonesia di 70-an

Sejarah musik Indonesia berlanjut ke era modern. Itu mungkin dimulai pada 70-an dengan munculnya beberapa musisi tetapi. Salah satu yang paling populer saat itu adalah Koes Plus, orang Indonesia menyebutnya The Beatles of Indonesia. Sebelum Koes Plus ada The Tillman Brothers yang berasal dari Indonesia tetapi melakukan banyak musik di Jerman.

Musik Indonesia di 80-an

Musik Indonesia di 80-an musik Indonesia didominasi oleh lagu-lagu berbasis pop yang sajaknya sangat lambat. Itu muncul dari nama-nama penulis lagu produktif di era ini seperti Rinto Harahap, Pance Pondaaq, A Ryanto, Obbie Messakh dan lain-lain. Beberapa nama penyanyi Indonesia di era ini seperti Nia Daniaty, Betharia Sonatha, bahkan Ratih Purwasih disebut sebagai spesialis lagu sedih.